Sistem Penjaminan Mutu merupakan sebuah kewajiban yang harus ada dan dijalankan dalam manajemen universitas sebagaimana digariskan dalam Bab III: Penjaminan Mutu, Pasal 51-57, UU RI No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. USU memiliki Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang sudah berjalan sejak tahun 2007 hingga sekarang dengan sistem P-D-C-A (Plan, Do, Check, Action). Kini SMM USU telah menghasilkan lebih dari 11.000 dokumen akademik dan mutu dari 155 unit GJM dan GKM di lingkungan USU. Setiap tahunnya, pelaksanaan penjaminan mutu oleh GJM dan GKM diaudit oleh UMM pada periode Audit Mutu Internal (AMI) yang rutin dilaksanakan pada setiap akhir tahun.

Implementasi Fakultas/Sekolah Pascasarjana/Program Studi/Lembaga/Biro/unit Kerja di Lingkungan USU perlu terus dikembangkan. Karena seperti pengertian mutu secara umum adalah kesesuaian dengan standar (Crosby, 1986), kesesuaian dengan harapan stakeholder (Green, 1994), atau pemenuhan janji yang telah diberikan. implementasi SMM ini harus terus dilanjutkan dengan melanjutkan pemahaman recuqnise/awareness pada setiap tingkatan yang terintegrasi implementasinya. Sehingga derajat implementasi pada setiap GJM/GKM dapat berjalan dengan sistematis, konseptual, dan terjadwal.

 

TUJUAN IMPLEMENTASI

Setelah selesai mengikuti workshop Implementasi Fakultas dan Program Studi diharapkan:

  1. Setiap personal GJM dan GKM mutu memahami SMM USU dan memiliki kesadaran mutu (quality awareness) untuk mensosialisasikan dan mengimplementasikan praktek penjaminan mutu di unit masing-masing.
  2. Personal mutu mampu melakukan perbaikan berkelanjutan baik dokumen akademik dan dokumen mutu maupun penerapannya pada  masing-masing unit.
  3. Personal mutu memahami dan dapat melaksanakan tugas-tugas seperti yang tertuang dalam Manual Prosedur SMM USU.